Apa saja yang ku kunjungi di Yogyakarta pada Bulan lalu

 


Pada pukul 20.40 WIB kita pun di kumpulkan dan bagi menjadi berbagai kelompok, kelompok ini adalah kelompok dimana kita akan berada di gerbong mana, dan yang sudah pasti sebelumnya kita sudah di beri sebuah buku panduan yang berisikan gerbong kereta kita beserta tempat duduk nya, dan bukan hanya itu buku itu juga berisikan kita akan berada di bus mana, kamar kita DLL, saat pembagian kelompok kami semua disuruh untuk membuat barisan, karena aku kelompok 2 jadi kita harus menunggu kelompok 1 sampai di bawah yaitu tempat dimana kita akan menunggu kereta, setelah kelompok 1 sudah sampai di bawah kini kelompok ku yang akan ke bawah saat menuju ke bawah tempat dimana kita akan menunggu kereta, di perbatasan antara atas dan bawah terdapat 2 eskalator di sebelah kanan dan kiri yang akan membimbing kita ke bawah.

Sesampainya di bawah terlihat ada dua buah kursi berwarna merah bata dan aku pun duduk di sana dan pada pukul 21.50 WIB sebuah kereta api taksaka pun datang dengan kecepatan penuh dan perlahan-lahan pun melambat dan berhenti di stasiun Bekasi, kami pun berbaris untuk memasuki kereta saat masuk kita di sambut kursi berwarna biru yang berjejer dari depan sampai belakang aku pun duduk di kursi yang paling belakang, semua bangku di sana saling berpasangan dan berjejer tetapi berbeda dengan kursi depan pojok kanan dan kursi belakang pojok kiri mereka tidak memiliki pasangan sama seperti kalian yang tidak memiliki pasangan.

A. Giriloyo





Giriloyo adalah sebuah dusun di bawah kaki perbukitan Imogiri. Suatu bukit yang terkenal di daerah kawasan selatan Yogyakarta karena di sanalah raja-raja kerajaan Mataram Islam dimakamkan.


Daerah Giriloyo ini sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (jaraknya hanya sekitar 15 km/ kira-kira 40 menit). Namun karena daerah ini terpencil dan berada di kaki bukit. Suasana khas pedesaan yang sepi dan sunyi namun penuh dengan kebersamaan dan kedamaian sangat mewarnai daerah tersebut.

Giriloyo dengan kesunyiannya sebenarnya menyimpan warisan budaya yang luar biasa, selain Gurah tradisional yang sangat terkenal itu (pengobatan tradisional dengan akar untuk berbagai penyakit saluran pernafasan), Giriloyo juga merupakan sentra dari pengrajin batik di Yogyakarta. Di desa ini anda dapat berburu batik, ataupun mungkin ingin belajar tentang proses batik aseli langsung dari para pengrajinnya.

B. Omah Kacebong 



Omah Kecebong merupakan sebuah usaha yang dulunya untuk mengembangkan tanaman holtikultura di Daerah Sendari Cebongan.

Ketika sedang merintis usaha Holtikultura ini Bapak Hasan mendapatkan masukan dari pelaku wisata internasional untuk dikembangkan sebagai tempat wisata budaya lokal dengan konsep alam pedesaan dengan kelengkapan penginapannya yang klasik.

Dan hingga saat ini Omah Kecebong terkenal hingga Mancanegara,karena kebanyakan para pengunjung ingin belajar budaya dan kearifan lokal masyarakat jawa,khususnya Jogjakarta

C. Lavatour






Lava Tour Merapi merupakan wisata alam yang berada di Provinsi Yogyakarta, wisata ini merupakan sebuah perjalanan menggunakan mobil Willys yaitu mobil jeep yang dipakai saat perang dunia ke II.
Dengan mobil jeep ini kita akan menyusuri kawasan yang terdampak erupsi gunung Merapi pada tahun 2010, yang tentunya akan memacu adrenalin kita karena akan melawati jalan yang terjal maupun curam.
Disepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah dan melewati makam masal korban erupsi Merapi tahun 2010 di Dusun Tangkisan, Tugu ambruk di di Dusun Petung, jalur Kali Opak dan Kali Gendol yang menjadi jalur utama lava panas Gunung Merapi.

D. Ullen Sentalu










Museum Ullen Sentalu, (Jawaꦩꦸꦱꦶꦪꦸꦩ꧀​ꦈꦭ꧀ꦭꦺꦤ꧀​ꦱꦼꦤ꧀ꦠꦭꦸtranslit. Musiyum Ullèn Sentalu) terletak di Kecamatan Pakem (Kaliurang)Kabupaten SlemanDaerah Istimewa Yogyakarta, adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (Kasunanan SurakartaKesultanan YogyakartaPraja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman) beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta).

Museum ini juga menampilkan tokoh raja-raja beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan, baik untuk acara formal maupun untuk keseharian.

Nama Ullen Sentalu merupakan akronim dari bahasa Jawa“ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Falsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. Museum ini didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa dari masa Mataram Kuno hingga Mataram Islam dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan.Pameran yg paling bagus di Ullen Sentalu adalah patung-patung yang berbentuk tokoh-tokoh bangsawan jaman dahulu.


E. Gembira Loka



Gembira Loka Zoo merupakan Kebun Raya dan Kebun Binatang yang berada di Kota Yogyakarta. Memiliki berbagai wahana rekreasi seperti interaksi satwa, kolam sentuh, kolam tangkap, terapi ikan, perahu kayuh, skuter air, atv, bumper boat, speed boat, perahu katamaran, dan lain lain.
Memiliki berbagai fasilitas seperti akses wifi internet, food court / kuliner, kursi roda, gelang anak, mushola, mayang tirta, dan banyak spot foto menarik yang bisa anda temui.
Memiliki slogan “Bukan Sekedar Rekreasi” karena anda bisa menikmati berbagai hal yang telah disebutkan diatas dalam satu tempat saja, dengan begitu anda bisa menjelajahi Gembira Loka Zoo dengan sangat lengkap dan puas.

F. Malioboro




Liburan ke Yogyakarta tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Malioboro yang popular. Berlokasi di antara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Tugu Pal Putih, jalanan Malioboro menjadi surga oleh-oleh, belanja serta wisata kuliner. Pada malam hari sepanjang jalan Malioboro akan lebih padat dan ramai lagi karena banyak seniman yang mengekspresikan kemampuannya seperti musik, pantomim, melukis dan lainnya. Jalur pedestrian yang dilengkapi dengan beberapa tempat duduk disiapkan Pemerintah Kota Yogyakarta, agar wisatawan dalam negeri maupun mancanegara lebih nyaman dan menikmati suasana Malioboro. Kawasan Malioboro selalu padat dikunjungi wisatawan, meski tidak berbelanja, Malioboro memang sangat apik ditangkap menggunakan kamera. Mulai tahun 2019 diterapkan aturan baru bahwa setiap selasa wage kawasan Malioboro bebas dari kendaraan bermotor kecuali kendaraan umum trans jogja serta kendaraan pelayanan masyarakat seperti truk pengangkut sampah, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran. Selain bebas kendaraan bermotor, PKL yang ada di Malioboro juga tutup. Dengan adanya aturan baru ini, banyak kegiatan diselenggarakan setiap Selasa Wage di kawasan Malioboro. Hal ini membuat Malioboro tetap padat didatangi wisatawan.

Comments